TUC0GUAlGSY6Gpz8TUGoGUC8TY==
  • Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh

20 Ribu Dosis Vaksin Dengue untuk Siswa SD di 3 Kota, Dipantau 3 Tahun

Featured Image

Program Vaksinasi Dengue untuk Anak Sekolah Dasar di Tiga Kota Besar

Sebanyak 20.000 dosis vaksin dengue akan diberikan kepada murid sekolah dasar dalam sebuah penelitian vaksinasi yang dilaksanakan di tiga kota besar, yaitu Jakarta, Palembang, dan Banjarmasin. Proyek ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas vaksin serta memantau kesehatan anak-anak yang menerima vaksin selama kurang lebih tiga tahun.

Di Jakarta, sebanyak 10.000 dosis vaksin diberikan kepada siswa SD. Sementara itu, Palembang dan Banjarmasin masing-masing mendapatkan 5.000 dosis. Total jumlah anak yang terlibat dalam pemantauan aktif mencapai 30.000 anak. Di Jakarta Selatan, terdapat 15.000 anak dengan 10.000 yang menerima vaksin dan 5.000 yang tidak. Di Palembang, tercatat 7.500 anak, di mana 5.000 di antaranya menerima vaksin. Sementara di Banjarmasin, terdapat 7.500 anak dengan 5.000 yang menerima vaksinasi.

Vaksin dengue ini merupakan hasil dari hibah PT Takeda, yang dijalankan melalui kolaborasi antara Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Dinas Kesehatan DKI Jakarta, serta akademisi dan pemerintah daerah. Program ini bertujuan untuk memberikan akses vaksin secara gratis kepada anak-anak yang berada di bawah usia 12 tahun.

Nina Dwi Putri, Koordinator Program Vaksinasi Wilayah Jakarta sekaligus anggota Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), menjelaskan bahwa vaksin dengue yang diberikan dalam program ini bisa didapatkan secara gratis. Sebelumnya, vaksin tersebut sudah tersedia di praktik swasta sejak 2022 dengan harga sekitar Rp500 ribu per dosis. Dengan adanya hibah ini, anak-anak dapat mendapatkan perlindungan tanpa biaya tambahan, sehingga manfaatnya lebih luas bagi masyarakat.

Penelitian ini tidak hanya fokus pada pemberian vaksin, tetapi juga pemantauan kesehatan anak selama tiga tahun. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa anak-anak yang menerima vaksin benar-benar terlindungi dari risiko sakit dengue. Jika tidak mengalami gejala dengue, maka vaksin ini dianggap efektif dalam mencegah kasus berat bahkan kematian.

Selama pelaksanaannya, penelitian melibatkan berbagai pihak seperti sembilan puskesmas, sepuluh rumah sakit rujukan, serta 106 sekolah dasar di Jakarta Selatan. Nina juga menjelaskan bahwa efek samping ringan seperti nyeri, pegal, atau demam setelah vaksinasi adalah hal wajar. Hal ini menunjukkan bahwa tubuh sedang membentuk kekebalan. Oleh karena itu, orang tua perlu memahami bahwa reaksi pascaimunisasi bukanlah sesuatu yang berbahaya, melainkan proses alami.

Sri Rezeki Hadinegoro, Guru Besar Departemen Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, menegaskan pentingnya pemantauan aktif terhadap vaksinasi dengue. Ia menyatakan bahwa kelompok usia sekolah dasar dipilih karena rentan mengalami kasus berat dengue. Meskipun vaksin sudah disetujui oleh Badan POM, pemantauan tetap diperlukan untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya.

Fadjar Surya Mensing Silalahi, Plh. Direktur Penyakit Menular Kementerian Kesehatan, menilai bahwa keberhasilan strategi ini membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk akademisi, sektor swasta, dan masyarakat. Kolaborasi ini sejalan dengan strategi global WHO yang menargetkan nol kematian akibat dengue pada tahun 2030.

dr. Arif Abdillah, Head of Medical Affairs Takeda, menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran publik tentang bahaya dengue serta memperkuat kerja sama lintas sektor. Tujuan utamanya adalah mengurangi angka kasus dengue dan memastikan ketahanan kesehatan masyarakat.

Ari Fahrial Syam, Dekan FKUI, menyampaikan bahwa sinergi lintas kampus dan sektor menjadi langkah penting dalam menghadapi tantangan penyakit menular seperti dengue. FKUI berkomitmen untuk bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Sriwijaya Palembang, Fakultas Lambung Mangkurat Banjarmasin, serta Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta dan Takeda dalam pemantauan aktif vaksinasi dengue.

20 Ribu Dosis Vaksin Dengue untuk Siswa SD di 3 Kota, Dipantau 3 Tahun

0

0 Komentar untuk "20 Ribu Dosis Vaksin Dengue untuk Siswa SD di 3 Kota, Dipantau 3 Tahun"