TUC0GUAlGSY6Gpz8TUGoGUC8TY==
  • Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh

Program Pelita TIAMS Dapat Sambutan Positif SLI

Featured Image

Program Literasi yang Berdampak dan Berkelanjutan

Sekolah Literasi Indonesia (SLI) menyambut positif beberapa rancangan program yang diajukan oleh Penggiat Literasi Indonesia (Pelita) dari Taman Ilmu H Abdul Moeis dan Hj Syamsiar (TIAMS) Nagari Paninjawan, Kabupaten Solok. Menurut SLI, beberapa rancangan program tersebut telah memenuhi unsur-unsur literasi, pemberdayaan, dampak kebermanfaatan bagi lingkungan, serta berkelanjutan.

Dalam paparannya, Ketua Sekolah Literasi Indonesia (SLI), Andi Ahmadi, melalui Koordinator Program Pelita SLI angkatan 6, Maya Safitri, mengungkapkan bahwa beberapa rancangan program tersebut telah mencakup aspek literasi yang berdampak dan berkelanjutan di wilayahnya. Ia berharap rancangan itu dapat dilaksanakan dengan baik.

Dampingan SLI untuk Lima Taman Bacaan Masyarakat

SLI melalui program Pelita angkatan 6 di tahun 2026 ini mendampingi lima Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang berada di lima titik wilayah di Indonesia. Kelima TBM tersebut adalah TBM Taman Ilmu H. Abdul Moeis - Hj. Syamsiar Kabupaten Solok, RBAN Kabupaten Agam, BBC Kabupaten Bogor, SATU Kabupaten Bantul, dan RKSN Kabupaten Ende. Para penggiat literasi di TBM diminta membuat rancangan program lalu dipresentasikan kepada SLI sebelum nantinya diimplementasikan di wilayah masing-masing.

Tujuan utama dari program ini adalah agar rancangan tersebut selaras dengan semangat Pelita SLI yang menekankan pada poin pemberdayaan dan berangkat dari kebutuhan masyarakat. Teman-teman Pelita sudah dibekali cara menyusun dan melaksanakan program yang dampaknya bisa diukur.

Rancangan Program yang Menggambarkan Kebutuhan Masyarakat

Di tempat terpisah, Ketua Tim Pelita TIAMS, Esi Andriani Marthin, menjelaskan bahwa pihaknya mengajukan beberapa rancangan program yang berangkat dari persoalan yang ditemukan di tengah masyarakat. Salah satu program yang diajukan adalah Nabasa atau Nagari Bebas Sampah yang merupakan program pemberdayaan masyarakat terkait pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan.

Program ini menyasar keluarga dan masyarakat namun juga melibatkan murid-murid sekolah sebagai bagian dari pendukungnya. Tujuannya adalah menciptakan kesadaran kolektif tentang pentingnya pengelolaan sampah dan menjaga lingkungan.

Esi menjelaskan bahwa dari sampah organik akan menghasilkan kompos yang nantinya akan dimanfaatkan untuk pertanian. Sementara sampah anorganik untuk jangka panjang akan dimanfaatkan untuk diolah menjadi barang bernilai ekonomi. Selain itu, ada program Gempita (Generasi Muda Paninjauan Tangguh), FLOC (Fun Learning Outing Class), dan Barita (Bahagia di Hari Tua).

Perbaikan Program untuk Meningkatkan Pemberdayaan

Kiki Maria, yang juga Kepala Sekolah TK Pertiwi I Nagari Paninjawan, mengakui bahwa ada rancangan program yang harus diperbaiki agar memenuhi kaidah pemberdayaan dan keberlanjutan. Ia menilai koreksi dari SLI sangat penting karena berhasil atau tidaknya suatu program bisa diukur dan diketahui dampaknya.

"Kami sekarang sedang melakukan perbaikan agar karena sebuah program dikatakan berhasil jika berdampak dan berkelanjutan. Selain itu, di SLI semua itu bisa diukur," ujarnya.

Dukungan dari Wali Nagari

Rancangan program tersebut juga disambut baik oleh Hardi Kardanus selaku Wali Nagari Paninjawan. Menurutnya, keberadaan Taman Ilmu H Abdul Moeis dan Hj Syamsiar telah dirasakan oleh masyarakat nagari, terutama di bidang literasi dan pendidikan.

Sebagai pribadi dan sebagai Wali Nagari Paninjawan, ia sangat berterimakasih atas kontribusi taman ilmu (TIAMS) bagi pembangunan SDM di kampung halaman. Ia juga bersyukur atas pencapaian mereka di kancah literasi nasional.

Proses Seleksi dan Pelatihan

TIAMS terpilih secara nasional untuk mengikuti proses menjaringan berikutnya, menyisihkan beberapa TBM lainnya. Setelah lolos pada asesmen wilayah SLI pada 5 - 8 Maret 2026 lalu, TIAMS dikukuhkan bersama Pelita lainnya se-Indonesia secara resmi oleh Kepala Perpustakaan Nasional RI, Prof. E. Aminuddin Aziz, Ph.D dan Ketua Yayasan Dompet Dhuafa, Dr. Ahmad Juwaini di aula lantai 4 Gedung Perpusnas RI, Jumat, (17/4/2026) lalu.

Setelah mengikuti kelas intensif luring dan pembekalan yang berpusat di Zona Madina Dompet Dhuafa, Jalan Raya Parung Kabupaten Bogor pada tanggal 16 - 20 April 2026 lalu, para Pelita SLI angkatan 6 diminta untuk menyusun rancangan program yang berdampak pada sekolah, keluarga dan masyarakat. Selain itu, program tersebut juga harus berkelanjutan sehingga manfaatnya dapat diukur.

Para pemateri kelas intensif tersebut merupakan profesional di bidangnya, seperti Haryo Majapahit, Kadiv. Pengembangan Program Riset dan Budaya GREAT Edunesia; Muhammad Shirli Gumilang, Ka. Departemen Sekolah Guru dan Literasi GREAT Edunesia; Andi Ahmadi, Ketua Sekolah Literasi Indonesia dan Maya Safitri, Koordinator Program Pelita SLI.

Program Pelita TIAMS Dapat Sambutan Positif SLI

0

0 Komentar untuk "Program Pelita TIAMS Dapat Sambutan Positif SLI"